Tahap 1
Ammonia diintroduksi ke aquarium via kotoran ikan
dan pakan yang tidak termakan. Kotoran ikan dan pakan yang berlebih dipecah
baik menjadi Amonium (NH4) yang terionisasi maupun Amonia (NH3) yang tidak
terionisasi. Amonium tidak berbahaya bagi ikan tetapi Amonia cukup berbahaya
bagi ikan.Apakah material menjadi Amonium atau Amonia tergantung pada level PH
air. Jika PH dibawah 7, maka akan terdapat Amonium jika PH 7 atau lebih tinggi
maka akan terdapat Amonia.
Tahap 2
Dengan segera, bakteri yang disebut nitrosomonas akan berkembang dan mereka
akan mengoksidasi Amonia di dalam aquarium, secara esensi mengurangi Amonia. Hasil
produk dari oksidasi Amonia adalah Nitrit. Jadi sudah tidak ada Amonia lagi di
dalam aquarium, tetapi racun jenis lain yaitu Nitrit. Jika ada lat tes maka
bisa dilihat Nitrit akan naik di akhir minggu pertama atau kedua.
Tahap 3
Bakteri yang dikenal dengan nitrobacter akan berkembang dan mengonversi Nitrit menjadi Nitrat.
Nitrat tidak berbahaya terhadap ikan, lain dengan Amonia dan Nitrit berbahaya
bagi ikan. Tetapi Nitrat dalam jumlah yang besar dalam aquarium juga akan
membahayakan ikan. Cara yang cepat untuk mengusir Nitrat adalah dengan cara
melakukan penggantian air sebagian dari aquarium.
Ada cara lain untuk
mengontrol nitrat di aquarium disamping melakukan penggantian air sebagian (water change), untuk aquarium air
tawar, tanaman hidup akan menyerap sebagian nitrat.sumber : Fishlore.com's Freshwater Book.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar