Contact Person

RC Aquatic Gresik
Address : Desa Cerme Kidul Gg. 7 RT/RW 02/05 Kec. Cerme Kab. Gresik Prop. Jawa Timur
Mobile Phone : 081246184785
WA : 081246184785

Jumat, 06 Maret 2015

Iwagumi Style


Iwagumi dalam bahasa Indonesia artinya susunan batu. Di dalam kebun Jepang, batu merupakan “tulang” dari rancangan dan biasanya tersusun atas tiga batu, satu batu utama atau batu besar yang diapit dengan batu yang lebih kecil, tetapi tidak memiliki ukuran yang sama. Jika formasi batu disusun dengan benar, sisa rancangan akan mengikuti letaknya. Di dalam hobi, kita biasanya meletakkan lebih dari tiga batu, tetapi prinsip utama tetap harus digunakan. 

Esensi prinsip Iwagumi
Di dalam sebuah Iwagumi aquascape kita harus selalu menggunakan batu dengan ukuran yang bervariasi dan jumlahnya ganjil, dan batu-batu tersebut harus tersusun atas batu dengan tipe yang sama. Hal ini akan menambah kontinuitas dan memberikan harmoni pada rancangan atau lay out.
Salah satu aspek yang lebih sulit dari Iwagumi Style yaitu memperoleh keseimbangan visual melalui aquascape. Banyak aquascapers mengikuti “golden triangle rule” yang membagi lay out kedalam tiga segmen yang seimbang dari atas hingga bawah, dan dari samping ke samping. Poin pentingnya terletak pada perbedaan persilangan garis vertical dan horizontal. Meletakkan batuan dan grup tanaman di area tersebut akan menambah kekuatan dan focus pada Iwagumi aquascape.
Substrat memberikan pondasi visual bagi si penglihatnya. Di dalam Iwagumi aquascape, substrat harus memiliki kontur dan tekstur untuk menjaga penglihat mata dan membawa pada semua aspek-aspek dari aquascape. Secara strategi substrat yang diletakkan juga akan membantu menciptakan sebuah kesan dari sebuah kedalaman. Lereng miring mengarah dari depan ke belakang merupakan cara yang tepat untuk memperoleh sebuah kesan kedalaman air ini.
Substrat yang tertutupi oleh tanaman jenis groundcover akan menciptakan sebuah sensasi dari aliran dan perpindahan dengan hijau tebing dan lembah. 

Mendefinisikan Hardscapemu
Ketika kamu memulai sebuah lay out kamu harus selalu memiliki cukup lebih material hardscape dari yang dibutuhkan. Hal ini memberikan kamu pilihan lebih dari desain awalmu. Kamu tentu tidak ingin dibatasi dengan pilihan desain yang terbatas.
Beberapa batu yang popular digunakan adalah batu Seiryu-seki, batu Maten, atau batu Shou. Batu-batu ini ekselen untuk hardscape, tapi tidak dibatasi dengan tipe-tipe batu ini saja. Tujuannya adalah untuk menemukan grup batu yang memberikan warna yang sama, tetapi berbeda secara detail, pola warna, bentuk dan kontur.
Memilih Tanaman Air
Iwagumi style harus memberikanmu sebuah perasaan hening dan sederhana, sehingga jenis tanaman yang digunakan cukup sedikit. Sebuah aquascape akan selalu terdiri dari single foreground seperti Dwarf Hair Grass, Glossostigma Elatinoides,  dan Hemianthus
Callitrichoides.

Harmoni dengan Fauna
Ketika memilih ikan hendaknya dititikberatkan pada kesederhanaan, harmoni, dan kesatuan antara fauna dan aquascape. Terlalu banyak jenis ikan dapat menyebabkan perselisihan dan kekacauan pergerakan diantara ikan, yang mengganggu aquascape.
Lebih baik menggunakan satu jenis ikan dari jenis ikan yang bergerombol (schooling) untuk menambah fluid movement dan makna dari aquascape itu sendiri. Ikan yang umum digunakan adalah Cardinal Tetra, Rummy nose tetra, dan Harlequin Rasbora.
Jenis udang seperti Amano sering digunakan dalam aquascape. Udang-udang ini juga sebagai kru cleaning servis tanpa merusak aquascape itu sendiri.

Tidak Mudah seperti kelihatannya
Terdapat kesalahpahaman konsep bahwa Iwagumi style merupakan jenis aquascape yang mudah perawatannya, karena memang tampak simple. Perlu diketahui bahwa jenis tanaman-tanaman yang disebutkan tadi merupakan tanaman yang membutuhkan banyak nutrient. Bila dosis nutrient tidak sesuai akan memancing alga dalam aquascape.
 

Hasil transliterasi dan penulisan ulang dari sumber berikut:
aquascapingworld Vol. I, Issue 2, April 2008
The Iwagumi Style
author:  Roy Deki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar