Iwagumi
dalam bahasa Indonesia artinya susunan batu. Di dalam kebun Jepang, batu
merupakan “tulang” dari rancangan dan biasanya tersusun atas tiga batu, satu
batu utama atau batu besar yang diapit dengan batu yang lebih kecil, tetapi
tidak memiliki ukuran yang sama. Jika formasi batu disusun dengan benar, sisa
rancangan akan mengikuti letaknya. Di dalam hobi, kita biasanya meletakkan lebih
dari tiga batu, tetapi prinsip utama tetap harus digunakan.
Esensi prinsip Iwagumi
Di
dalam sebuah Iwagumi aquascape kita harus selalu menggunakan batu dengan ukuran
yang bervariasi dan jumlahnya ganjil, dan batu-batu tersebut harus tersusun atas
batu dengan tipe yang sama. Hal ini akan menambah kontinuitas dan memberikan
harmoni pada rancangan atau lay out.
Salah
satu aspek yang lebih sulit dari Iwagumi Style yaitu memperoleh keseimbangan
visual melalui aquascape. Banyak aquascapers mengikuti “golden triangle rule”
yang membagi lay out kedalam tiga segmen yang seimbang dari atas hingga bawah,
dan dari samping ke samping. Poin pentingnya terletak pada perbedaan persilangan
garis vertical dan horizontal. Meletakkan batuan dan grup tanaman di area
tersebut akan menambah kekuatan dan focus pada Iwagumi aquascape.
Substrat
memberikan pondasi visual bagi si penglihatnya. Di dalam Iwagumi aquascape,
substrat harus memiliki kontur dan tekstur untuk menjaga penglihat mata dan
membawa pada semua aspek-aspek dari aquascape. Secara strategi substrat yang
diletakkan juga akan membantu menciptakan sebuah kesan dari sebuah kedalaman. Lereng
miring mengarah dari depan ke belakang merupakan cara yang tepat untuk
memperoleh sebuah kesan kedalaman air ini.
Substrat yang tertutupi
oleh tanaman jenis groundcover akan menciptakan sebuah sensasi dari aliran dan
perpindahan dengan hijau tebing dan lembah.
Mendefinisikan Hardscapemu
Ketika
kamu memulai sebuah lay out kamu harus selalu memiliki cukup lebih material
hardscape dari yang dibutuhkan. Hal ini memberikan kamu pilihan lebih dari
desain awalmu. Kamu tentu tidak ingin dibatasi dengan pilihan desain yang
terbatas.
Beberapa
batu yang popular digunakan adalah batu Seiryu-seki, batu Maten, atau batu
Shou. Batu-batu ini ekselen untuk hardscape, tapi tidak dibatasi dengan
tipe-tipe batu ini saja. Tujuannya adalah untuk menemukan grup batu yang
memberikan warna yang sama, tetapi berbeda secara detail, pola warna, bentuk
dan kontur.
Memilih Tanaman Air
Iwagumi style harus
memberikanmu sebuah perasaan hening dan sederhana, sehingga jenis tanaman yang
digunakan cukup sedikit. Sebuah aquascape akan selalu terdiri dari single
foreground seperti Dwarf Hair Grass, Glossostigma Elatinoides, dan Hemianthus
Callitrichoides.
Ketika
memilih ikan hendaknya dititikberatkan pada kesederhanaan, harmoni, dan
kesatuan antara fauna dan aquascape. Terlalu banyak jenis ikan dapat
menyebabkan perselisihan dan kekacauan pergerakan diantara ikan, yang
mengganggu aquascape.
Lebih
baik menggunakan satu jenis ikan dari jenis ikan yang bergerombol (schooling)
untuk menambah fluid movement dan makna dari aquascape itu sendiri. Ikan yang
umum digunakan adalah Cardinal Tetra, Rummy nose tetra, dan Harlequin Rasbora.
Jenis
udang seperti Amano sering digunakan dalam aquascape. Udang-udang ini juga
sebagai kru cleaning servis tanpa merusak aquascape itu sendiri.
Terdapat kesalahpahaman
konsep bahwa Iwagumi style merupakan jenis aquascape yang mudah perawatannya,
karena memang tampak simple. Perlu diketahui bahwa jenis tanaman-tanaman yang
disebutkan tadi merupakan tanaman yang membutuhkan banyak nutrient. Bila dosis
nutrient tidak sesuai akan memancing alga dalam aquascape.
Hasil transliterasi dan penulisan ulang dari sumber berikut:
aquascapingworld Vol. I, Issue 2, April 2008
The Iwagumi Style
author: Roy Deki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar